Persaingan di segmen SUV kecil makin ramai dengan kehadiran Honda HR-V. Model terbaru Honda ini menantang pemain sebelumnya seperti Nissan Juke dan juga Mitsubishi Outlander Sport.
Nama terakhir (Outlander) disebutkan cukup mapan berada di segmen tersebut. Duljatmono, Operating General Manager MMC Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berluan Motors (KTB) mengungkapkan, KTB tidak melakukan strategi khusus untuk membendung kehadiran HRV.
"Sebenarnya secara kelas bila bicara mesin berbeda, antara HR-V dan Outlander. Tapi, harga memang mirip-mirip. Kami tidak punya strategi khusus, karena HR-V saja kan masih inden, baru ada barangnya tahun depan," jelas Duljatmono, Jumat (10/10/2014).
Pria yang akrab disapa Momon ini melanjutkan, Outlander masih menjadi pemegang pangsa pasar terbesar di kelasnya. Itu menunjukan bahwa konsumen masih percaya dan memilih Outlander.
"Tapi kami tentu tidak akan tinggal diam. Ada program-program khusus yang disiapkan buat menjaga market share Outlander di tahun depan," lanjut Momon.
Mitsubishi Outlander Sport punya tiga varian yakni PX, GLX dan GLS, dengan harga yang ditawarkan mulai Rp 304 juta buat model GLS, GLX dilepas Rp 319 juta dan PX sebagai model termurah Rp 304 juta.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Sunday, October 12, 2014
Perjalanan Terios 7-Wonder Berakhir Indah di Wakatobi
Perjalanan panjang Terios 7 Wonders “Amazing Celebes Heritage”, di Pulau Sulawesi menyentuh garis finish ditandai dengan tiba di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Etape terakhir atau ketujuh dari perjalanan ini dimulai dari Kajang menuju Kendari. Seluruh rangkaian eskpedisi akan diakhiri dengan mengeksplorasi keindahan alam dan budaya di Kepulauan Wakatobi.
Perjalanan melalui laut dari Kendari ke Tomia dengan lama perjalanan 19 jam menggunakan kapal Pinishi kecil yang biasa dipakai untuk menangkap ikan. Perjalanan awalnya melewati perairan yang tenang sebelum sampai Pelabuhan Waha, Tomia. Kapal sempat bergoncang hebat, karena menerjang arus kuat di pelabuhan.
Air laut sempat pasang dan ini menyulitkan peserta untuk menurunkan Daihatsu Terios. Membutuhkan waktu sampai dua jam, untuk bisa mendaratkan mobil. Rombongan akhirnya sampai di Waha sekitar pukul 23.30 WITA.
Perjalanan pun berakhir dan raut wajah senang terpancar dari peserta yang berjumlah 12 orang terdiri dari media dan blogger. Peserta bergabung dengan media undangan, menyaksikan prosesi finish di bukti Tomia, Sabtu (11/11/2014), sekaligus menikmati keindahan alam bawah laut perairan Tomia.
"Terios 7-Wonder tahun ini merupakan gelaran ketiga, program ini merupakan pembuktian ketangguhan Terios sebagai sahabat petualang, cocok untuk mereka yang berjiwa adventure dan selalu siap menghadapi tantangan," jelas Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Etape terakhir atau ketujuh dari perjalanan ini dimulai dari Kajang menuju Kendari. Seluruh rangkaian eskpedisi akan diakhiri dengan mengeksplorasi keindahan alam dan budaya di Kepulauan Wakatobi.
Perjalanan melalui laut dari Kendari ke Tomia dengan lama perjalanan 19 jam menggunakan kapal Pinishi kecil yang biasa dipakai untuk menangkap ikan. Perjalanan awalnya melewati perairan yang tenang sebelum sampai Pelabuhan Waha, Tomia. Kapal sempat bergoncang hebat, karena menerjang arus kuat di pelabuhan.
Air laut sempat pasang dan ini menyulitkan peserta untuk menurunkan Daihatsu Terios. Membutuhkan waktu sampai dua jam, untuk bisa mendaratkan mobil. Rombongan akhirnya sampai di Waha sekitar pukul 23.30 WITA.
Perjalanan pun berakhir dan raut wajah senang terpancar dari peserta yang berjumlah 12 orang terdiri dari media dan blogger. Peserta bergabung dengan media undangan, menyaksikan prosesi finish di bukti Tomia, Sabtu (11/11/2014), sekaligus menikmati keindahan alam bawah laut perairan Tomia.
"Terios 7-Wonder tahun ini merupakan gelaran ketiga, program ini merupakan pembuktian ketangguhan Terios sebagai sahabat petualang, cocok untuk mereka yang berjiwa adventure dan selalu siap menghadapi tantangan," jelas Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Ini Pestanya "Builder", Pecinta Seni, dan Budaya Kustom
Festival budaya kustom terbesar di Indonesia, Kustomfest, kembali digeber untuk ketiga kalinya di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Ajang tahunan ini digeber selama dua hari, 11-12 Oktober 2014, menampilkan ratusan karya kustom terbaik di Indonesia.
Inilah ajang para builder untuk menunjukkan karya-karya terbaik mereka. Beberapa kontes dan pertunjukan karya kustom terbaik digas, mulai Hot Rod & Kustom Airkooled, Kustom Bike Show, Kustom Paint Battle, Diecast Show & Contest, dan juga dua kompetisi khusus Kustomfest 2014 yaitu: Cleveland CycleWerks Kustomfest 2014 Bike Build Off dan Zeneos Cole Foster Challenge.
"Kustomfest sudah menjadi kiblat penggiat kustom di Indonesia, bahkan luar negeri. Kami tidak mengejar banyak peserta. Cukup 250-an karya kustom sudah sangat layak. Terpenting adalah semu yang tampil adalah karya terbaik yang sudah diseleksi," jelas Lulut Wahyudi, Director Kustomfest, Sabtu (11/10/2014).
Arena festival akan menampilkan karya-karya kontestan terpilih, terdiri dari 40 mobil kustom, 250 sepeda motor kustom, 120 vendor booth, dan dimeriahkan dengan dua stage area di indoor danoutdoor arena.
Kelas dunia
Kehadiran bintang tamu internasional menjadikan Kustomfest menjadi gerbang bagi dunia untuk melihat dan mengenal dinamika budaya kustom di Indonesia.
Mereka yang datang adalah builder kelas dunia macam Cole Foster - Salinas Boys, Roland Sands - RSD, Yuichi Yoshizawa - Custom Works Zon, Shige Suganuma - Mooneyes inc, Hiro "Wildman" Ishii, Geoff Baldwin - Tank Moto, Fred Bagur- Wild Motorcycles dan Ultra VW.
Seperti biasa, pengunjung yang membeli tiket masuk Rp 25.000 akan berkesempatan memenangkan satu unit Hot Rod yang dinamai "Cakil". Mobil modifikasi karya Lulut Wahyudi ini disiapkan khusus untuk memberi apresiasi para pengunjung.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Inilah ajang para builder untuk menunjukkan karya-karya terbaik mereka. Beberapa kontes dan pertunjukan karya kustom terbaik digas, mulai Hot Rod & Kustom Airkooled, Kustom Bike Show, Kustom Paint Battle, Diecast Show & Contest, dan juga dua kompetisi khusus Kustomfest 2014 yaitu: Cleveland CycleWerks Kustomfest 2014 Bike Build Off dan Zeneos Cole Foster Challenge.
"Kustomfest sudah menjadi kiblat penggiat kustom di Indonesia, bahkan luar negeri. Kami tidak mengejar banyak peserta. Cukup 250-an karya kustom sudah sangat layak. Terpenting adalah semu yang tampil adalah karya terbaik yang sudah diseleksi," jelas Lulut Wahyudi, Director Kustomfest, Sabtu (11/10/2014).
Arena festival akan menampilkan karya-karya kontestan terpilih, terdiri dari 40 mobil kustom, 250 sepeda motor kustom, 120 vendor booth, dan dimeriahkan dengan dua stage area di indoor danoutdoor arena.
Kelas dunia
Kehadiran bintang tamu internasional menjadikan Kustomfest menjadi gerbang bagi dunia untuk melihat dan mengenal dinamika budaya kustom di Indonesia.
Mereka yang datang adalah builder kelas dunia macam Cole Foster - Salinas Boys, Roland Sands - RSD, Yuichi Yoshizawa - Custom Works Zon, Shige Suganuma - Mooneyes inc, Hiro "Wildman" Ishii, Geoff Baldwin - Tank Moto, Fred Bagur- Wild Motorcycles dan Ultra VW.
Seperti biasa, pengunjung yang membeli tiket masuk Rp 25.000 akan berkesempatan memenangkan satu unit Hot Rod yang dinamai "Cakil". Mobil modifikasi karya Lulut Wahyudi ini disiapkan khusus untuk memberi apresiasi para pengunjung.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Pasar Terbesar Datsun di Luar Jabodetabek
Komposisi permintaan mobil Datsun di Indonesia lebih banyak berasal dari luar Jakarta dan sekitarnya. Datsun Indonesia membeberkan lebih dari 50 persen dari 11.000 pemesanan yang saat ini sudah dikantongi berasal dari daerah.
“Datsun lebih laku di daerah, tipe yang paling diminati adalah yang tertinggi. Kita memang belum punya matik, masyarakat melihat model kami value for money,” ujar Indriani Hadiwidjaja, Head of Datsun Indonesia di Semarang, Kamis (9/10/2014).
Wilayah Jabodetabek mewakili 34 persen dari total penjualan atau 3.740 unit, menjadikannya area permintaan tertinggi. Di urutan kedua adalah Sumatera yakni 15 persen (1.650 unit), sementara itu gabungan Jawa Timur, Bali, dan Lombok menjadi penyumpang permintaan terbesar ketiga dengan pencapaian 14 persen (1.540 unit).
Wilayah lain, Jawa Barat (selain Bodetabek) 8 persen, Jawa Tengah 7 persen, Yogyakarta 4 persen, Kalimantan 6 persen, Indonesia Timur 9 persen, dan sisanya diisi daerah lain. “Di luar Jakarta animo masyarakat bagus,” imbuh Indriani.
Datsun Indonesia optimis menambah angka penjualan, merek yang berada di bawah komando Nissan Motor Indonesia ini masih satu-satunya merek yang menjual dua model di segmen LCGC, selain itu dealer-dealer Datsun di berbagai daerah sudah mulai didirikan. Prestasi yang harus dipertahankan, tetap menjadi kontributor terbesar Datsun di pasar global melampaui India dan Rusia.
posted by,
Suzuki Pastikan Wagon R Matik Hadir Tahun Depan
Berita terbaru tentang varian matik Karimun Wagon R kembali muncul ke permukaan. Setelah mengungkapkan tengah penyesuaian transmisi baru dengan regulasi LCGC pada Juli lalu, kini Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengeluarkan pernyataan Karimun Wagon R matik meluncur tahun depan.
“Tahun depan kami akan meluncurkan varian matik Wagon R,” ujar Doni Saputra, Head of Product Development SIS 4R saat konferensi pers di sela media test drive Wagon R GS dan New APV Luxury di Tangerang, (10/10/2014).
Sebelumnya SIS mengatakan, salah satu penyebab distribusi “mobil murah” seakan bergeser ke luar Jakarta karena baru dua merek yang menawarkan transmisi matik, tiga lainnya (termasuk Suzuki belum punya.
Dari riset yang telah dilakukan SIS, transmisi matik bisa mendominasi hingga 40 persen pada satu merek. Sementara itu secara total di segmen LCGC, sumbangan matik lebih dari 15 persen berasal dari kota-kota besar seperti Semarang dan Surabaya.
Dari riset yang telah dilakukan SIS, transmisi matik bisa mendominasi hingga 40 persen pada satu merek. Sementara itu secara total di segmen LCGC, sumbangan matik lebih dari 15 persen berasal dari kota-kota besar seperti Semarang dan Surabaya.
Inilah yang menjadi alasan Wagon R akan punya varian matik, SIS juga ingin mengembangkan pasar. Davy J Tuilan, 4W Sales, Marketing & DND Director yang juga menjadi nara sumber saat konferensi pers enggan menjelaskan lebih jauh. Namun ada indikasi transmisi lokal diproduksi di dalam negeri agar menjaga regulasi komponen lokal.
Kondisi sekarang SIS masih menunggu perizinan dari pemerintah terkait revisi harga jual Wagon R. Kemungkinan besar penyesuaian akan dilakukan setelah 1 November 2014 yang merupakan hari kelahiran Wagon R di Indonesia.
posted by,
Hebat, Kustomfest Mulai Dibidik Turis Mancanegara
Kustomfest sebagai ajang unjuk gigi para modifikator Indonesia semakin kuat mendapat pengakuan internasional. Ajang tahunan yang digeber di Yogyakarta—kota yang diklaim punya banyak pecinta seni dan gudangnya builder—itu banyak didatangi builder kelas kakap dunia, begitu juga turis mancanegara.
Dalam penyelenggaraan ke-3, 11-12 Oktober 2014, di Jogja Expo Center (JEC), kegiatan yang digalang Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycles itu didatangi sejumlah nama yang tak asing untuk para builder. Roland Sands dari RSD datang untuk kedua kalinya. Tahun ini juga dimeriahkan Cole Foster, modifikator asal AS yang mengomandani Salinas Boys.
”Tujuan kami memang membuka gerbang budaya kustom Indonesia ini untuk dunia. Kita punya banyak builder yang tak kalah dengan luar negeri, seniman yang konsisten di jalannya, bahkan penggiat industri kustom yang semakin banyak. Kustomfest sejak awal didesain untuk menjadi even dunia,” kata Lulut Wahyudi kepada KompasOtomotif, (11/10/2014).
WisatawanTarget lain yang mulai tampak keberhasilannya adalah mendatangkan turis mancanegara. Sejak tahun lalu, Lulut selalu mengatakan bahwa Kustomfest bisa menjadi salah satu agenda pariwisata di Yogyakarta. Ajang ini sangat berpotensi mendatangkan turis asing ke Indonesia.
Terbukti tahun ini, turis dari negara tetangga yang khusus datang untuk Kustomfest semakin banyak. Lulut memberi contoh, bahwa tahun lalu turis dari Malaysia hanya 100-an orang, tahun ini melonjak menjadi lebih dari 300-an orang. Belum lagi yang datang dari Thailand, Singapura, Jepang, Swiss, bahkan Kanada.
”Saya melihat modifikator Indonesia sangat kreatif, bahkan saya bisa bilang menjadi yang terbaik di Asia. Setiap tahun saya ke sini (Kustomfest) dan melihat perkembangan modfikasi kustom. Luar biasa, selalu ada hal baru,” kata Zainal Mahmud, salah satu turis dari Malaysia.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Dalam penyelenggaraan ke-3, 11-12 Oktober 2014, di Jogja Expo Center (JEC), kegiatan yang digalang Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycles itu didatangi sejumlah nama yang tak asing untuk para builder. Roland Sands dari RSD datang untuk kedua kalinya. Tahun ini juga dimeriahkan Cole Foster, modifikator asal AS yang mengomandani Salinas Boys.
”Tujuan kami memang membuka gerbang budaya kustom Indonesia ini untuk dunia. Kita punya banyak builder yang tak kalah dengan luar negeri, seniman yang konsisten di jalannya, bahkan penggiat industri kustom yang semakin banyak. Kustomfest sejak awal didesain untuk menjadi even dunia,” kata Lulut Wahyudi kepada KompasOtomotif, (11/10/2014).
WisatawanTarget lain yang mulai tampak keberhasilannya adalah mendatangkan turis mancanegara. Sejak tahun lalu, Lulut selalu mengatakan bahwa Kustomfest bisa menjadi salah satu agenda pariwisata di Yogyakarta. Ajang ini sangat berpotensi mendatangkan turis asing ke Indonesia.
Terbukti tahun ini, turis dari negara tetangga yang khusus datang untuk Kustomfest semakin banyak. Lulut memberi contoh, bahwa tahun lalu turis dari Malaysia hanya 100-an orang, tahun ini melonjak menjadi lebih dari 300-an orang. Belum lagi yang datang dari Thailand, Singapura, Jepang, Swiss, bahkan Kanada.
”Saya melihat modifikator Indonesia sangat kreatif, bahkan saya bisa bilang menjadi yang terbaik di Asia. Setiap tahun saya ke sini (Kustomfest) dan melihat perkembangan modfikasi kustom. Luar biasa, selalu ada hal baru,” kata Zainal Mahmud, salah satu turis dari Malaysia.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Ini Alasan Desain APV Tak Pernah Berubah Signifikan
Sejak 10 tahun lalu meluncur di Indonesia, MPV semi bonnet Suzuki APV tak kunjung mendapatkan perubahan signifikan dalam konsep All-New. Terakhir, hanya New Luxury yang mendapatkan sentuhan penyegaran kendati memakan waktu lima tahun sejak varian teratas APV itu lahir pada 2009.
Hadir dengan konsep All Purpose Vehicle “berhidung pesek”, di Indonesia APV mengisi dua segmen sama seperti model Carry. Untuk mobil komersial tersedia pikap Mega Carry sedangkan untuk mobil penumpang ada kendaraan serba guna APV. Selain di Jepang, pusat pengembangan ada di Indonesia sebab APV merupakan satu-satunya produk global Suzuki yang hanya diproduksi di Indonesia dan diekspor ke 84 negara.
Sales Marketing & DND Director Suzuki Indomobil Sales R4 Davy J Tuilan mengatakan, segmen mobil semi bonnet tergerus segmen low MPV yang lebih digemari di Tanah Air, sebab itu penjualan cenderung stagnan. Riset dan pengembangan untuk transformasi total APV memakan biaya besar sekaligus butuh kepastian pasar agar menjamin nilai ekonomi.
“Minimal harus ada volume lima ribu unit per bulan, sekarang APV hanya 1.200-1.300 unit per bulan. Semua sudah tertarik ke low MPV. Saya beri contoh, ada satu produk (rival APV) yang meluncur dengan visibilitas mereka 3.000 unit per bulan, tapi ternyata hasilnya jauh dari pandangan. Itu yang membuat para pemain semi bonnet khawatir,” jelas Davy.
Meski dikatakan terkikis, Davy mengungkapkan segmen MPV semi bonnet tidak akan hilang, sebab permintaan masih terus ada. Paling besar berasal dari sektor bisnis, dengan kapasitas kabin yang luas dan fungsional bisa memenuhi banyak kebutuhan.
Hal ini dijawab dengan pemasaran yang banyak tertuju ke sektor fleet perusahaan. Di sisi lain, New APV Luxury menawarkan hal yang beda, varian ini hadir untuk menjangkau konsumen yang butuh kendaraan fungsional namun dibalut nuansa kemewahan.
Hal ini dijawab dengan pemasaran yang banyak tertuju ke sektor fleet perusahaan. Di sisi lain, New APV Luxury menawarkan hal yang beda, varian ini hadir untuk menjangkau konsumen yang butuh kendaraan fungsional namun dibalut nuansa kemewahan.
posted by,
Honda Wujudkan Mimpi Konsumen di MotoGP
Puluhan konsumen sepeda motor Honda berangkat ke Motegi, Jepang untuk menyaksikan langsung pebalap Marc Marquez dan Dani Pedrosa beraksi di GP Jepang, Minggu (12/10/2014). Acara ini merupakan bagian dari promo "Road to MotoGP" yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor (AHM).
Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM mengatakan, program ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih perusahaan pada konsumen setia Honda, khususnya pengguna sepeda motor sport. "Mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi hal yang tidak terlupakan bagi konsumen kami," jelas Margono di Motegi, Jepang, Sabtu (11/10/2014).
Ricky, 32, salah satu konsumen CB150R SteetFire dari Padang, Sumatera Barat mengaku sulit percaya kalau dia sudah tiba di Motegi, Jepang. "Ini seperti mimpi yang terwujud jadi kenyataan. Belum pernah terpikir sebelumnya bisa jalan-jalan ke Jepang, menyaksikan langsung Marquez di lintasan balap," celoteh pegawai PLN ini.
Total 85 konsumen sepeda motor sport Honda berangkat ke Jepang, menyaksikan kejuaraan MotoGP di Sirkuit Twin Ring, Motegi. Rombongan dilepas dan didampingi langsung oleh Margono Tanuwijaya dan Koichi Mizuno, dua Direktur Pemasaran AHM.
Pada malam pelepasan, Jumat (10/10/3014), rombongan dihibur dengan konser privat dari Nidji di Hotel Sheraton Bandara, Tangerang, Banten.
Dalam program ini, total 360 konsumen Honda dari seluruh Indonesia berhasil terpilih untuk mengikuti program "Road to MotoGP 2014." Program ini terbagi dalam dua kelompok. Selain ke Motegi, Jepang, sisa konsumen yang lain akan berangkat menuju Sepang, Malaysia, awal akhir Oktober mendatang.
Program undian berhadiah ini diikuti 97.000 konsumen Honda dari seluruh Indonesia yang membeli sepeda motor sport Honda CB150R StreetFire, Honda Verza150, dan Honda MegaPro FI periode Mei-Juli 2014. Penarikan program undian telah dilakukan dalam tiga tahap, yaitu 9 Juni 2014, 14 Juli 2014, dan 18 Agustus 2014 di hadapan notaris, dinas sosial dan instansi pemerintah terkait lainnya. AHM memastikan seluruh pemenang yang terpilih tidak dipungut biaya apapun dan seluruh pajak hadiah juga akan ditanggung oleh AHM.
Untuk menyelenggarakan acara ini, AHM diprediksi menghabiskan dana tidak kurang dari Rp 2,12 miliar. Setiap peserta yang diberangkatkan ke Jepang, membutuhkan dana sekita Rp 25 juta. "Kira-kira segitu, bisa diestimasi sendiri kan," tukas Margono.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM mengatakan, program ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih perusahaan pada konsumen setia Honda, khususnya pengguna sepeda motor sport. "Mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi hal yang tidak terlupakan bagi konsumen kami," jelas Margono di Motegi, Jepang, Sabtu (11/10/2014).
Ricky, 32, salah satu konsumen CB150R SteetFire dari Padang, Sumatera Barat mengaku sulit percaya kalau dia sudah tiba di Motegi, Jepang. "Ini seperti mimpi yang terwujud jadi kenyataan. Belum pernah terpikir sebelumnya bisa jalan-jalan ke Jepang, menyaksikan langsung Marquez di lintasan balap," celoteh pegawai PLN ini.
Total 85 konsumen sepeda motor sport Honda berangkat ke Jepang, menyaksikan kejuaraan MotoGP di Sirkuit Twin Ring, Motegi. Rombongan dilepas dan didampingi langsung oleh Margono Tanuwijaya dan Koichi Mizuno, dua Direktur Pemasaran AHM.
Pada malam pelepasan, Jumat (10/10/3014), rombongan dihibur dengan konser privat dari Nidji di Hotel Sheraton Bandara, Tangerang, Banten.
Dalam program ini, total 360 konsumen Honda dari seluruh Indonesia berhasil terpilih untuk mengikuti program "Road to MotoGP 2014." Program ini terbagi dalam dua kelompok. Selain ke Motegi, Jepang, sisa konsumen yang lain akan berangkat menuju Sepang, Malaysia, awal akhir Oktober mendatang.
Program undian berhadiah ini diikuti 97.000 konsumen Honda dari seluruh Indonesia yang membeli sepeda motor sport Honda CB150R StreetFire, Honda Verza150, dan Honda MegaPro FI periode Mei-Juli 2014. Penarikan program undian telah dilakukan dalam tiga tahap, yaitu 9 Juni 2014, 14 Juli 2014, dan 18 Agustus 2014 di hadapan notaris, dinas sosial dan instansi pemerintah terkait lainnya. AHM memastikan seluruh pemenang yang terpilih tidak dipungut biaya apapun dan seluruh pajak hadiah juga akan ditanggung oleh AHM.
Untuk menyelenggarakan acara ini, AHM diprediksi menghabiskan dana tidak kurang dari Rp 2,12 miliar. Setiap peserta yang diberangkatkan ke Jepang, membutuhkan dana sekita Rp 25 juta. "Kira-kira segitu, bisa diestimasi sendiri kan," tukas Margono.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Bidik Segmen Baru, Clevelend Indonesia di Atas Angin
Sebagai merek baru, Cleveland CycleWerks (CCW) langsung menyerang segmen penting. Merek asal Amerika Serikat (AS) ini ada di area unik, mengandalkan sepeda motor bertampang kustom dengan kapasitas mesin sedang.
Lebih tepatnya, merek ini menjanjikan kentalnya nuansa klasik untuk memfasilitasi biker saat ini sedang tren memodifikasi sepeda motor dengan aliran klasik seperti café racer, atau chopperdengan rangka rigid. Cleveland dari lahir sudah bertampang kustom dan mudah dirombak lagi.
Dhani M Yahya, CEO CCW Indonesia menjelaskan, merek ini adalah keindahan sepeda motor dengan harga terjangkau, memenuhi gaya hidup biker kalangan tertentu. Teknologinya tidak rumit, menggunakan tipe mesin silinder tunggal dengan karburator.
”Kami membuka segmen baru di Indonesia. Sepeda motor 250cc di rentang harga Rp 50-60 jutaan, tidak ada yang seperti ini. Orang yang menginginkan model café racer misalnya, atau klasik dengan rangka rigid, larinya ke builder,” terang Dhani.
Ditambahkan, builder yang saat ini berkembang sangat banyak ternyata masih tidak bisa menampung semua keinginan. Rata-rata dalam sebulan sanggup mengerjakan lima sepeda motor, dan masih banyak pengantre yang tak mau menunggu lama.
Target penjualanDari enam model yang meluncur, tiga model 250cc menjadi andalan utama. Ace Deluxe dengan banderol Rp 45 juta, Ace Café Rp 47 juta, dan Heist Rp 50 juta. Ketiganya menawarkan tampang klasik dengan aliran berbeda, klasik sport, café racer, dan chopper rigid.
Dhani dengan tegas mengatakan bahwa target yang dicanangkan dalam setahun mencapai 1.000 unit. Angka yang cukup fantastis untuk merek baru dengan konsumen yang terbatas. Meski demikian, target tersebut dirasa cukup realistis karena sangat banyak penyuka sepeda motor klasik yang hasratnya belum tersalurkan.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Lebih tepatnya, merek ini menjanjikan kentalnya nuansa klasik untuk memfasilitasi biker saat ini sedang tren memodifikasi sepeda motor dengan aliran klasik seperti café racer, atau chopperdengan rangka rigid. Cleveland dari lahir sudah bertampang kustom dan mudah dirombak lagi.
Dhani M Yahya, CEO CCW Indonesia menjelaskan, merek ini adalah keindahan sepeda motor dengan harga terjangkau, memenuhi gaya hidup biker kalangan tertentu. Teknologinya tidak rumit, menggunakan tipe mesin silinder tunggal dengan karburator.
”Kami membuka segmen baru di Indonesia. Sepeda motor 250cc di rentang harga Rp 50-60 jutaan, tidak ada yang seperti ini. Orang yang menginginkan model café racer misalnya, atau klasik dengan rangka rigid, larinya ke builder,” terang Dhani.
Ditambahkan, builder yang saat ini berkembang sangat banyak ternyata masih tidak bisa menampung semua keinginan. Rata-rata dalam sebulan sanggup mengerjakan lima sepeda motor, dan masih banyak pengantre yang tak mau menunggu lama.
Target penjualanDari enam model yang meluncur, tiga model 250cc menjadi andalan utama. Ace Deluxe dengan banderol Rp 45 juta, Ace Café Rp 47 juta, dan Heist Rp 50 juta. Ketiganya menawarkan tampang klasik dengan aliran berbeda, klasik sport, café racer, dan chopper rigid.
Dhani dengan tegas mengatakan bahwa target yang dicanangkan dalam setahun mencapai 1.000 unit. Angka yang cukup fantastis untuk merek baru dengan konsumen yang terbatas. Meski demikian, target tersebut dirasa cukup realistis karena sangat banyak penyuka sepeda motor klasik yang hasratnya belum tersalurkan.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Cleveland Sepeda Motornya Staf sampai Manajer
Cleveland CycleWerks Indonesia (CCW Indonesia) mempunyai jalan sendiri yang tak mengikuti rute produsen sepeda motor lain. Merek asal Amerika Serikat yang sudah beredar di 16 negara itu mendeklarasikan sebagai penyedia sepeda motor tampang klasik yang memuaskan para pria penyuka modifikasi.
Dhani M Yahya, CEO CCW Indonesia mengatakan, bahwa sepeda motor ini adalah dunianya laki-laki, penghobi modifikasi atau tampang klasik dengan harga terjangkau. 99 persen di antaranya adalah laki-laki yang membutuhkan apresiasi.
”Target konsumen berusia 25-45 tahun. Mereka sudah mature (dewasa) dan tahu keinginan sesungguhnya. Kalau di atas 45 biasanya sudah lebih mapan dan menginginkan sepeda motor ber-cc besar,” terang Dhani, Sabtu (11/10/2014) di Yogyakarta.
Dikerucutkan lagi, para pembeli Cleveland ini berada di segmen menengah ke atas, dari staf sampai manajer yang ingin mengekspresikan diri dengan hobi mendandani sepeda motor dan memiliki kendaraan sebagai simbol gaya hidup.
Di segmen sepeda motor 250cc ke atas dengan kisaran harga Rp 50-60 juta, belum ada merek yang menyediakannya. Hampir semua menghadirkan tipe sport dengan gaya balap yang saat ini sedang berkembang pesat. Hadirnya CCW di Indonesia diharapkan memenuhi kebutuhan sepeda motor di segmen tersebut namun dengan gaya yang berbeda.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Dhani M Yahya, CEO CCW Indonesia mengatakan, bahwa sepeda motor ini adalah dunianya laki-laki, penghobi modifikasi atau tampang klasik dengan harga terjangkau. 99 persen di antaranya adalah laki-laki yang membutuhkan apresiasi.
”Target konsumen berusia 25-45 tahun. Mereka sudah mature (dewasa) dan tahu keinginan sesungguhnya. Kalau di atas 45 biasanya sudah lebih mapan dan menginginkan sepeda motor ber-cc besar,” terang Dhani, Sabtu (11/10/2014) di Yogyakarta.
Dikerucutkan lagi, para pembeli Cleveland ini berada di segmen menengah ke atas, dari staf sampai manajer yang ingin mengekspresikan diri dengan hobi mendandani sepeda motor dan memiliki kendaraan sebagai simbol gaya hidup.
Di segmen sepeda motor 250cc ke atas dengan kisaran harga Rp 50-60 juta, belum ada merek yang menyediakannya. Hampir semua menghadirkan tipe sport dengan gaya balap yang saat ini sedang berkembang pesat. Hadirnya CCW di Indonesia diharapkan memenuhi kebutuhan sepeda motor di segmen tersebut namun dengan gaya yang berbeda.
posted by,
bit.ly/12oy4L
Subscribe to:
Posts (Atom)









