Arsenal berhasil tampil meyakinkan sebelum menjamu Newcastle United. Terbukti, kemenangan 4-1 dari kandang Galatasaray di laga pamungkas fase grup Liga Champions, jelas bukan prestasi asal-asalan. Corak permainan yang lebih rapi dan solid, menjadikan mereka layak menuai hasil maksimal dari Turki.
Kini, tantangan baru sudah ada di depan mata. Kedatangan Newcastle United bukan sebuah tes yang ringan. Status tim tamu yang baru saja memberi kekalahan pertama pada Chelsea, menjadi pembuka tabir kesulitan apa yang bakal mereka hadapi.
Meski tampil menawan, satu gol yang merobek jala mereka jelas sebuah penanda negatif. Artinya, sinyal bahaya dari lini pertahanan masih sangat jelas. Hal itu sebenarnya sudah teridentifikasi saat takluk dari tangan Stoke City (2-3).
Kala itu, hanya dalam rentang 19 detik, gawang The Gunners kebobolan via sontekan Peter Crouch. Kelemahan antisipasi bola silang dan ketidaksiapan dalam menghadapi serangan cepat, menjadi evaluasi luar biasa. Manajer Arsenal, Arsene Wenger menegaskan, dirinya tak ingin lagi melihat anak asuhnya tampil mengecewakan, terutama di area lini belakang.
“Kami sebuah tim. Tentu sangat mengherankan ketika lini depan bermain bagus, tapi tak ditopang konsistensi menjaga daerah dari para pemain bertahan. Jelas itu ada yang salah. Dalam sepekan terakhir, kami berkonsentrasi untuk mendapatkan chemistry lagi. Hasilnya memang masih kurang maksimal, tapi banyak kemajuan usai menaklukkan Galatasaray,” beber Wenger, di Independent.co.uk, Jumat (12/12).
Ucapan Wenger mengungkapkan kalau lini belakang memang belum beres seratus persen. Ironisnya, pada laga malam ini, tuan rumah bakal kehilangan satu kekuatan utama, yakni Calum Chambers. Bintang muda yang dicomot dari Southampton ini terkena hukuman larangan tampil akibat kartu merah akhir pekan lalu.
Tak heran, pemain yang dianggap paling fit adalah Per Mertesacker. Dua penggawa utama, Laurent Koscielny dan Nacho Monreal, masih harus berjibaku untuk lepas dari belitan cedera. Jika tak bugar seratus persen, sangat riskan menurunkan mereka.
Namun Wenger selalu punya alternatif. Kala melawat ke Turki, sang bos sudah mengikutsertakan beberapa bek muda. Mereka di antaranya Isaac Hayden, Stefan O'Connor, Gedion Zelalem dan Glen Kamara. Keempatnya mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dari para senior, dan berada di atmosfer kompetitif di Liga Champions.
Para pemain tersebut, terutama Isaac Hayden dan Stefan O’Connor, diprediksi bakal menjadi kekuatan masa depan Arsenal, terutama di bagian belakang. Bisa saja, satu di antara mereka akan merasakan pertandingan menawan kontra Newcastle.
Jika Arsenal tak segera berbenah, tekanan deretan bintang utama The Magpies, bakal memberi level bahaya tinggi. Di sana ada Cheick Tiote, Moussa Sissoko, Jack Colbak dan Remy Cabella, sebagai kreator murni. Sementara itu, tim tamu juga masih memiliki Sammy Ameobi, Ayoze Pérez, Vurnon Anita, Yoan Gouffran dan Emmanuel Rivière.
Posted By :

No comments:
Post a Comment