Komentar Pardew tak jauh beda dengan apa yang diharapkan Manajer Arsenal, Arsene Wenger. Kesamaan dua tim ini juga ada di area penampilan. Modal hebat keduanya tersaji pada laga terakhir. Arsenal misalnya, baru saja melibas Galatasaray di tanah Turki dengan kemenangan sensasional, yakni 4-1.
Hasil itu menjadi obat penawar luka ‘teramat dalam’ saat harus dilibas Stoke City dengan skor 2-3, akhir pekan lalu. Sementara The Magpies juga setali tiga uang. Mereka punya timing pas untuk datang ke London, setelah pekan lalu menekuk pemimpin klasemen sementara yang juga dari London, Chelsea (2-1).
Tiga angka dari The Blues juga berstatus pemberi penawar kecewa setelah pada dua pertandingan sebelumnya, The Toon Army menuai kekalahan dari West Ham United (0-1) dan hasil seri kontra tim lemah Burnley (1-1).
Sama-sama tak meraih angka maksimal dari tim yang seharusnya bisa diatasi, membuat Arsenal dan Newcastle United bakal berjibaku untuk tak kehilangan muka lagi. Titik perhatian kali ini tertuju pada kejutan apalagi yang akan dipertontonkan tim tamu.
Saat menekuk Chelsea, armada Alan Pardew sukses mempertontonkan permainan taktis, yang membuat lini pertahanan lawan gagal mengantisipasi serangan balik. Lini tengah sebagai kunci utama Newcastle, bakal menjadi ujian berat bagi The Gunners.
Kombinasi yang diperagakan Jack Colbak, Remy Cabella, Sammy Ameobi, Ayoze Pérez dan Cheick Tiote, sudah terbukti. Mereka mampu menahan laju bintang sekelas Cesc Fabregas, Oscar, Eden Hazard dan Willian. Alhasil, bomber Diego Costa nyaris tak memiliki bola-bola yang dibutuhkannya.
Jika tak diwaspadai, corak serangan balik yang bakal kembali diperagakan lawan, bisa memberi prahara bagi Arsenal. Namun beruntung, Gudang Peluru dari London ini sudah memiliki modal guna meredam semua kemungkinan yang bakal diperagakan area tengah Newcastle United.
Aaron Ramsey dan Mathieu Flamini diprediksi menjadi penanggung jawab. Di area tengah, moncernya penampilan Lukas Podolski bisa menjadi pelapis bagi Santi Cazorla, Alexis Sanchez ataupun Alex Chamberlain.
Wenger sadar dengan ancaman itu. “Kami akan berusaha bermain sangat rapat. Sepanjang 90 menit, kami akan menguasai bola,” tukas arsitek tim berkebangsaan Prancis tersebut.
Posted By :

No comments:
Post a Comment